Merencanakan masa depan adalah perintah ALLAH SWT. Sebagaimana firmannya dalam surat Al-Hasyr ayat 18

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Bukan saja untuk akhirat kita tapi juga hidup di dunia harus terencana. Salah satu perencanaan yang harus kita buat di dunia ini adalah Perencanaan Keuangan Keluarga. Dengan perencanaan keuangan keluarga tersebut kita dapat mencari sekolah terbaik untuk anak dan mendaftarkannya di sekolah tersebut, membayar hutang rumah dan mobil, investasi, mempersiapkan dana pensiun, dan kebutuhan hidup lainnya. Dalam Catatan Harian ini saya akan share presentasi kami (Abdillah MT dan Sri Mulyati “Dede”) dalam acara keluarga besar Muhammad Thohir Dja’far pada hari Ahad, 23 Desember 2012 di rumah orang tua kami Ibunda dan Ayahnda tercinta. Terima kasih kepada Mba Nurjannah serta Adik-adik saya, Nuurhasanah, Fitriah, Nur Dewi dan keluarganya yang sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran tersebut.

Apa pentingnya merencanakan keuangan  keluarga? Karena sekitar setengah dari kasus perceraian jika ditelusuri bermula dari masalah keuangan. Beberapa penasehat keuangan menyebutkan bahwa penyebab utama dan terbesar terjadinya perceraian di Amerika Serikat adalah masalah keuangan. Tingginya kebutuhan hidup, sifat kosumtif, dan kurangnya kemampuan mengelola keuangan menimbulkan tekanan yang besar dalam kehidupan rumah tangga.

Oleh karena itu jika kita ingin mencapai Financial Freedom, maka rumusan 5 langkah Sukses ini insya ALLAH dapat menuntun Anda, yaitu: Iman dan Taqwa, Bermimpi, Memeriksa Kesehatan Keuangan Keluarga, Mengelola Keuangan Keluarga, dan Disiplin.

Dalam beberapa ayat Al-Qur’an, ALLAH menggandengkan kesejahteraan dan kesuksesan dengan Iman dan Taqwa. Diantaranya adalah firman ALLAH dalam surat Al-Hasyr di atas. Di Ayat lain ALLAH telah mengingatkan kita agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah dan tidak sejahtera dikemudian hari.

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Untuk mengimplementasikan ayat ALLAH di atas, ALLAH telah memberi pembelajaran kepada kita melalui kisah nabi Yusuf A.S. sebagaimana termaktub dalam firman-NYA:

“Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui.”

Ayat tersebut adalah dasar ilmu investasi yang saat ini kita kenal. Marilah kita perhatikan bagaimana nabi Yusuf sangat cerdas dalam mempersiapkan masa depan kaumnya sebagaimana dijelaskan dalam ayat selanjutnya.

“Dia (Yusuf) berkata, “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa, kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan. Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur).”

Kalau dalam ilmu perencanaan keuangan dikenal dengan istilah dana cadangan sebanyak 3x  dari penghasilan, maka sesungguhnya Islam telah mengantisipasi dana cadangan jauh lebih aman dari itu, yaitu sebanyak 7x dari penghasilan. Wallaahu a’lam.

Selengkapnya slide materi Perencanaan Keuangan Keluarga dapat di lihat DI SINI.

Filed under: KeluargaKisahMotivasiPerencanaan KeuanganTarbiyah

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!