Belajar cara mudah menganalisis fundamental perusahaan. Searching di Internet. Alhamdulillah nemu artikel kode-kode saham blue chip yang telah dirangkai dalam sebuah cerita yang terkait satu denganyang lainnya.

Artikel yang membahas “Kiat Analisa Fundamental Saham Secara Sederhana ala Lo Kheng Hong si Warren Buffet Indonesia” menyajikan begitu banyaknya produk-produk perusahaan di sekitar kita yang selalu melekat dalam kehidupan. Artinya kalau kita jeli, kita bisa jadi pemilik perusahaan produk-produk tersebut dengan membeli sahamnya.

Berikut rangkaian cerita kode-kode saham yang sangat apik:

Mulai dari bangun pagi, seseorang pergi ke toilet dan menemukan kloset bermerek TOTO, lalu kemudian mandi menggunakan sikat gigi, sabun dan shampoo yang diproduksi UNVR (Unilever), makan pagi memasak mie buatan INDF (Indofood), atau sekedar menyantap kue buatan MYOR (Mayora) atau cemilan buatan AISA (Tiga Pilar Sejahtera Food). Ketika menyalakan TV, menonton saluran TV dari MNCN (Global TV, RCTI, MNC TV), SCMA (SCTV), VIVA (TvOne / ANTV).

Ketika mau berangkat kerja naik ke mobil, mobilnya dibeli dari ASII (Astra Internasional) atau dari IMAS (Indomobil), kaca mobil produksi AMFG (Asahimas Flat Glass), dan ban mobilnya diproduksi oleh GJTL (Gajah Tunggal), MASA (Achilles), GDYR (Goodyear), per mobilnya buatan INDS (Indospring). Mobilnya pun dibeli dengan bantuan kredit dari WOMF (WOM Finance), ADMF (Adira). Atau jika belum memiliki mobil, maka naik TAXI (Taksi Ekspress) atau BIRD (Blue Bird).

Dalam perjalanan menuju tempat kerja, melewati jalan tol yang dioperasikan JSMR (Jasa Marga) atau CMNP (Citra Marga). Jalan tolnya dibangun oleh kontraktor WIKA (Wijaya Karya), WSKT (Waskita Karya), atau ADHI (Adhi Karya). Semen yang digunakan pun dari INTP (Indocement), SMGR (Semen Indonesia), atau dari SMCB (Holcim). Beton yang digunakan pun merupakan produk WTON (Wika Beton), atau WSBP (Waskita Beton). Baja yang dipakai pun dipasok dari KRAS (Krakatau Steel).

Sampai di tempat kerja, mau meeting, menelepon klien dengan bantuan provider TLKM (Telkom), ISAT (Indosat), atau EXCL (XL). Setelah menelepon, memutuskan untuk meeting di Mall yang dibangun oleh perusahaan properti seperti APLN (Agung Podomoro), CTRA (Ciputra), BSDE (BSD). Mall-nya dibangun oleh kontraktor PTPP (PP) atau TOTL (Total). Setelah meeting, bertransaksi melalui Bank seperti BBCA (BCA), BBRI (BRI), BMRI (Bank Mandiri), BBNI (BNI), BNGA (Bank CIMB Niaga), atau bank lainnya.

Sumber: www.finansialku.com

Tagged with:

Filed under: Investasi SahamPengetahuan UmumPerencanaan Keuangan

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!