kabah-baitullah-mekah“Biayanya 30 juta-an. Emak nabung lima tahunan baru dapat lima juta. Berarti kalau biar cukup 30 juta mesti nabung 25 tahun lagi. Sekarang emak umurnya 61, berarti baru bisa naik haji umur 86. Masih ada umur gak ya…?”

“Kuotanya sudah penuh? Bukannya masih 6 bulan lagi mba? Bisa tolong diusahain gak? Saya bayar lebih deh… saya minta ONH plus. Atas nama bapak Joko Satrianto. Saya tunggu kabarnya ya mba ya. Secepatnya! Terimakasih”

Itulah di antara ┬ácuplikan percakapan dalam film “Emak Ingin Naik Haji“. Dua sisi kehidupan yang menginginkan untuk pergi menuju Baitullah di Makkah Al Mukarramah. Dua motivasi berbeda dalam mencapai satu tujuan dalam memenuhi panggilan ALLAH SWT.┬áSi Emak niat ikhlash untuk mendapatkan ridha ALLAH SWT dalam mencapai cita-citanya untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullaah yang pada akhirnya dapat berangkat dengan mendapat biaya dari seorang dermawan. Sementara Joko Satrianto mempunyai niat naik haji hanya untuk popularitas keduniawian sehingga niatnya itu mendapat banyak kendala sehingga tidak dapat berangkat karena musibah yang menimpanya.

Itulah “panggilan cinta” dari Allah. Panggilan untuk mengunjungi rumahnya yang suci. Maka segala yang diperlukan untuk menuju rumah ALLAH terebut haruslah suci lahir maupun batin (baca juga Hikmah Idul Fitri). Tips yang dilakukan Emak sehingga keinginannya dikabulkan ALLAH SWT adalah:

  1. Nabung walau sedikit
  2. Pajang gambar ka’bah yg selalu dapat di lihat
  3. Simpan gabar ka’bah yang mungkin dapat kita cium dapat dekap
  4. banyak bersedekah walau dari uang haji
  5. Banyak melakukan kebaikan
  6. Berhusnuzhan kepada ALLAH
  7. Menerima taqdir baik dan buruk yang sdh ALAH tentukan
  8. Sabar menunggu waktunya tiba

Semoga kita semua dapat menunaikan haji ke Baitullah. Aamiin…

Filed under: AkhlaqAqidahfiqihKeluargaKisahMotivasiRenunganTarbiyah

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!