Kami memiliki kebiasaan dalam keluarga untuk menyediakan waktu berdiskusi segala sesuatu hal. Hari Kamis, 29 Mei 2012 diskusi yang kami lakukan adalah merencanakan masa depan dengan cara berinvestasi. Berawal dari tujuan investasi, berapa besar dana yang harus kami alokasikan, sampai kepada bentuk investasi apa yang akan di ambil. Kemudian istri saya (Kalau belum kenal silahkan mampir di sini) menginformasikan sebuah seminar dengan tema “Simple Smart Invest in Stock.” Seminar tersebut dilaksanakan oleh BNI Securities bekerjasama dengan poralreksadana.com pada hari Sabtu, 30 Juni 2012 jam 10.00 s.d. 17.00 WIB bertempat di Gedung BNI Securities, Central Park Office Tower, Ground Floor. Jln Letjen S. Parman Kav 28 Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat.

Menurut saya info tersebut sangat berharga dan juga sangat bermanfaat jika dapat hadir di seminar tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk hadir dan kami segera mendaftar melalui portalreksadana.com. Biaya investasi sebesar Rp200.000/peserta dengan mendapatkan fasilitas: mini financial check up, CD simple financial Check Up Tools, CD Street Investing Tools v1.4., dan tentunya makan siang serta sertifikat.

Acara tersebut sangat membantu kami dalam memberikan pemahaman urgensi tentang merencanakan masa depan melalui investasi. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan sebelum berinvestasi. Sampai dengan memilih investasi yang cocok dengan kondisi kita. Bahkan secara detil membahas investasi saham beserta analisis fundamentalnya sehingga investasi kita akan aman dan menguntungkan.

Materi dibagi menjadi dua sessi. Sessi pertama dibawakan oleh Eko Endarto membawakan tema “Stock Investment Planing”, dan Sessi kedua dibawakan oleh Parahita yang menjelaskan tentang “Analisis Fundamental Saham.” Pada materi “Stock Investment Planing” dapat saya simpulkan tips merencanakan masa depan melalui investasi sebagai berikut:

  1. Atur pendapatan kita untuk 4 hal, yaitu: membayar hutang, proteksi, investasi, dan kebutuhan hidup. Adapun komposisinya dari penghasilan adalah membayar hutang  30%, proteksi 10%, investasi 10%,  dan kebutuhan hidup 10%;
  2. Saat akan berinvestasi, tentukan terlebih dahulu tujuannya. Baik tujuan jangka pendek, menengah, atau panjang. Diantara contoh tujuan berinvestasi adalah menikah, pendidikan anak, memiliki properti, pergi haji, beli kendaraan, dana pensiun, dll;
  3. Tentukan resiko dalam berinvestasi. Apakah kita tergolong pada investor yang memiliki resiko rendah (konservatif), medium (moderate), atau tinggi (agresif);
  4. Penentuan tujuan dan resiko tersebut sangat bermanfaat pada saat kita akan memilih produk investasi. Jika  kita memilih jenis investasi dengan hasil rendah dan resiko rendah maka produk yang disarankan adalah tabungan, deposito, reksadana pasar uang, ORI, atau sukuk. Jika  kita memilih jenis investasi dengan hasil sedang dan resiko menengah maka produk yang disarankan adalah emas, reksadana pendapatan tetap, reksadana index, property, atau valas. Namun jika  kita  ingin investasi dengan hasil yang tinggi dan dan resiko tinggi maka produk yang disarankan adalah saham, reksadana saham, reksadana campuran, atau derivatif;
  5. Simulasi pembuatan plane dana pensiun.

Adapun materi “Analisis Fundamental Saham” saya tidak terlalu paham dikarenakan banyak bahasa-bahasa akuntansi. Maklum background agama, jadi saya serahkan saja kepada istri untuk menyimak.

Dari pengalaman seminar tersebut, Catatan Harian Abdillah menyimpulkan betapa pentingnya merencanakan masa depan dan ini sebenarnya sudah diperintahkan ALLAH SWT. Maha benar ALLAH yang telah berfirman:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr: 18)

Buat teman-teman yang ingin slide materinya, dapat di download di sini.

Download materi “Analisis Fundamental Saham

Filed under: Perencanaan Keuangan

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!