Wisata ke Belitung

Saat Tiba di Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin

Selepas menikmati liburan, SD Islam Dian Didaktika yang berlokasi di Cinere, Depok, selalu saja memberi tugas kepada para siswanya. Namun tugas ini bukan tugas yang berat. Dengan tugas ini justru siswa belajar untuk mengungkapkan pengalamnnya dalam sebuah CeritA keCIL. Ya… CACIL. Itulah nama tugas yang diberikan sekolah kepada anak kami. Alhamdulillah anak saya telah selesai menulis CACIL nya saat berlibur menikmati keindahan wisata Belitung. Hari ini adalah saat CACIL dikumpulkan.

Berikut Cacil yang telah dibuat tentang keindahan pulau belitung

Hari Pertama: Berangkat Menuju Pulau Belitung

Cuaca cerah menyelimuti pagi hari Sabtu, 17 Des 2016. Kami sekeluarga menuju bandara Soekarno Hatta di Cengkareng untuk terbang ke Tanjung Pandan. Kami akan menghabiskan waktu akhir pekan awal libur sekolah di Belitong. Tepat pukul 14.00 WIB pesawat Garuda yang kami naiki take off. Selama di dalam pesawat perasaanku senang walaupun kepalaku terasa pusing. Hanya memakan waktu kurang lebih 45 menit  pesawat kami sudah tiba di Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin.

Kemudian kami meninggalkan bandara menuju Hotel Pandan Makmur Inn untuk beristirahat mempersiapkan tenaga, karena keesokan harinya kami akan memulai menikmati keindahan alam pulau Belitong ciptaan Allah Al Khaliq.

Hari Kedua: Menikmati Keindahan Belitung Timur – Kota Laskar Pelangi

Bermain Pasir di Pantai Burung Mandi dan Vihara Dewi Kwan Im

Saat di Pantai Burung Mandi dan Vihara Dewi Kwan Im

Udara pagi yang sejuk mengiringi dua jam perjalanan kami menuju pantai Burung Mandi yang berada di Belitong Timur dan berjarak 70 km dari penginapan kami di Belitong Barat. Karena pantai tampak sepi kami hanya singgah sebentar bermain di tepi pantai dan langsung menuju Vihara Dewi Kwan Imm. Kemudian perjalanan kami lanjutkan ke kota Manggar. Di sana kami makan siang di rumah makan Vega. Sesudah makan, kami ke Musium Literasi Andrea Hirata.

Kami juga ke tempat replika SD Muhammadiyah Gantong, tempat suting film Laskar Pelangi. Di sekolah replica tersebut, kami belajar bersama dengan anak-anak yang ada di sana. Yang aku tahu film Laskar Pelangi berpesan tentang pentingnya pendidikan dan anak-anak harus mencapai cita-citanya dengan belajar sungguh-sungguh walaupun dengan keterbatasan fasilitas dan guru. Aku sangat bersyukur bisa bersekolah di sekolah yang baik.

Hari Ketiga: Menjelajah Pantai Tanjung Kelayang &  Mercusuar di Pulau Lengkuas

Inilah waktu yang ditunggu-tunggu dalam perjalanan liburan kami. Aku sudah membayangkan serunya bermain pasir dan berenang di tepi pantai pulau-pulau yang ada di Belitong. Hanya 20 menit saja kendaraan kami sudah sampai di gerbang pantai Tanjung Kelayang untuk berperahu menuju pulau-pulau di Belitong. Kami menyewa sebuah perahu berawak 2 orang nelayan yang mengantarkan kami ke pulau Lengkuas. Sebelum berangkat kami menggunakan pelampung sebagai alat bantu keselamatan. Deru mesin perahu mengiringi perjalanan kami selama 30 menit. Udara yang cerah dan ombak yang tenang membuat aku menikmati perjalanan sambil memandang dari kejauhan, pulau-pulau di tengah lautan yang akan kami kunjungi. Namun, di tengah perjalanan kami menuju ke Pulau Lengkuas, tiba-tiba ombak yang agak besar mulai mengayun-ayun perahu yang kami tumpangi yang membuat aku merasa takut. Ayah dan ibu mencoba menenangkan aku yang menangis saking ngerinya diombang-ambingkan ombak. Menara mercusuar mulai nampak dalam pandangan kami namun aku merasa lama sekali untuk sampai ke tepi pantai.

Keindahan Laut dari Puncak Mercusuar

Keindahan Laut dari Puncak Mercusuar

Setibanya di Pulau Lengkuas kami menaiki menara melalui tangga-tangga besi, tangga-tangga yang aku naiki agak licin, jadi aku selalu berhati-hati. Sedikit demi sedikit aku menaiki tangga dan akhirnya sampai di puncak mercusuar yaitu lantai 17. Disana anginnya kencang dan pemandangannya indah sekali. Aku, ayah dan ibu berfoto-foto sambil melihat pemandangan lautan yang luas dan pulau-pulau yang indah serta batu-batu granit yang berjajar membentuk pemandangan yang indah. Dari atas menara aku melihat perahu yang terombang ambing. Setelah turun dari menara mercusuar kami makan dulu, setelah itu aku berenang dan mengumpulkan kerang. Kami sudah puas bermain dan bersenang-senang di Pulau Lengkuas dan saatnya kami snorkeling.

Perahu yang kami tumpangi mengantar kami agak ke tengah laut, lalu kami bersiap-siap untuk snorkeling. Yang pertama-tama turun adalah ayah, sementara aku memberikan roti-roti kecil di dekat kepala ayah, lalu ikan-ikan berkerumun berebutan memakan roti itu. Setelah ayah ibu yang melihat ikan-ikan yang ada di laut, ibupun sudah selesai. Saatnya giliranku! Aku pun turun melalui tangga. Ini adalah pertama kali aku snorkeling dan aku merasa takut, ibu dan ayah menyemangatiku aku mencelupkan mukaku kedalam air laut. Ternyata laut itu indah walaupun aku mencelupkan mukaku hanya 2 detik. Snorkling itu mengasyikan dan kami menuju pulau Kepayang.

Berpose Bersama si Bintang Laut

Berpose Bersama si Bintang Laut

Di Pulau Kepayang kami bermain pasir, kami membuat gunung dan di atasnya aku taruh terumbu karang, kami juga mencari kerang. Selanjutnya kami menaiki perahu dan menuju Pulau Kelayang, di sana kami berenang, berfoto di bebatuan dan seperti biasa kita mencari kerang. Di tepi pantai untuk pertama kalinya aku melihat bintang laut, biasanya bintang ada di langit, kali ini adanya di laut. Kami sudah puas bermain di pantai saatnya kami kembali ke pantai Tanjung Kelayang.

Sesampainya di sana aku bermain di tepi pantai bersama adik, ditemani ayah dan ibu. Deburan ombaknya membuat kami seru sekali. Sesudah itu kami mandi dan bersiap-siap menuju pantai Tanjung Tinggi. Kami ke sana ingin makan malam dan menyaksikan matahari terbenam atau sunset, sambil menunggu makanan kami ke jembatan bergelombang dulu. Di sana seperti perahu yang kami naiki, adikku ketakutan dan tidak ingin melanjutkan ke ujung jembatan akhirnya adikku pergi, tidak lama kemudian kami pun meninggalkan jembatan. Makanan sudah datang kami makan bersama-sama. Kami tidak jadi melihat sunset karena matahari dihalangi pohon-pohon. Alhamdulillah, hari yang mengasyikan, kami sudah puas dan perasaanku senang sekali kami lelah dan menuju ke penginapan.

Hari Keempat: Hikmah Wisata ke Belitung

Welcome To Belitong - Pantai Tanjung Kelayang

Welcome To Belitong – Pantai Tanjung Kelayang

Aku masih tertidur. Ayah membangunkan aku dan adik. aku bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Kami berangkat ke bandara pukul 07.00 WIB dan kami terbang pukul 08.30 WIB. Saat pesawat yang kami tumpangi sudah di atas, aku melihat awan-awan yang berbentuk seperti kapas. Saat sudah sampai di bandara Soekarno Hatta aku merasa sangat bahagia. Akhirnya kami tiba di rumah dengan selamat. Alhamdulillah banyak sekali pelajaran yang kudapatkan dari perjalanan selama di Belitong. Ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang kita cita-citakan, kita harus berani mencoba walaupun ada rasa takut dan perlu perjuangan dengan sungguh-sungguh untuk mencapainya. Alhamdulillah, aku bisa menikmati keindahan alam Belitong ciptaan Allah dengan izin-Nya.

Tagged with:

Filed under: AkhlaqKeluargaKisahMotivasiPengetahuan UmumRenunganTarbiyahTsaqofahUncategorized

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!