abdillahmt.com-umur60tahunTidak banyak orang berkesempatan hidup hingga melampaui usia di atas 60 tahun. Jika kita mencapainya maka BERWASPADALAH karena inilah saat yang menentukan akhir sebuah perjalanan seseorang. Akhir yang baik (husnul khatimah) atau akhir yg mengenaskan (su’ul khatimah).

Rasulullah saw bersabda, “Allah telah memberikan udzur kepada seseorang dengan menangguhkan ajalnya, sehingga mencapai usia enam puluh tahun.” (HR. Ahmad).

Dan Rasulullah saw juga bersabda : “Sesungguhnya amal perbuatan dinilai sesuai dengan bagian akhirnya”(HR. Bukhari).

Rasulullah saw bersabda, “Pertarungan maut itu berada diantara usia enam puluh tahun hingga tujuh puluh tahun.“ (HR. Bukhari)

Fudhail bin Iyyadh pernah berkata kepada seseorang lelaki, “Berapa tahun usiamu?“ Kemudian orang itu menjawab, “Enam puluh tahun.“

Lalu Fudhail berkata, “Semenjak enam puluh tahun engkau berjalan menuju Rabbmu, nyaris saja engkau sampai tujuan.“

Lelaki itu kemudian menyahutnya, “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un.“

Fudhail lalu menanyakannya, “Engkau mengetahui tafsir dari kalimat itu?“

Lelaki itu menjawabnya, “Tolong tafsirkan kalimat itu untukku, wahai Abu Ali.“

Fudhail pun lalu mentafsirkannya, “Siapa saja yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah, dan bahwa dia pasti akan berpulang kepada Rabbnya, maka hendaklah ia menyadarinya bahwa ia pasti akan berdiri dihadapan Allah. Barangsiapa yang menyadari bahwa ia akan berdiri di hadapan-Nya, hendaknya ia menyadari bahwa ia harus bertanggungjawab. Siapa saja yang mengetahui bahwa ia harus bertanggungjawab, maka hendaknya ia menyediakan jawaban untuk pertanyaan kelak “.

Lelaki itu kemudian menanyakan, “Lalu, bagaimana jalan keluarnya?”

Fudhail menjawab, “Mudah saja.“

Lelaki itu menyahutnya, “Mudah itu yg bagaimana?“

Fudhail menjelaskannya, “Berbuat baiklah pada sisa usiamu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu. Janganlah engkau berbuat kejahatan (keburukan) pada masa yang tersisa, karena segala perbuatanmu di masa lampau dan yg akan datang itu akan diperhitungkan di sisi-Nya.”

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhan-ku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau Ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba- hamba-Mu yang saleh.”

 

@[Du’at]

Filed under: AkhlaqAqidahMotivasiRenunganTarbiyah

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!