Pembatalan Pendaftaran Jemaah HajiIbadah haji yang merupakan rukun Islam ke-5 adalah ibadah yang luar biasa. Banyak yang menyebut bahwa ibadah ini adalah “panggilan” dari ALLAH SWT. Tidak jarang mereka yang mampu secara finansial namun tidak mampu secara hati (niat). Banyak juga yang sudah memiliki niat yang kuat namun belum mampu secara finansial. Inilah mungkin kenapa ibadah haji disebut sebagai “panggilan” ALLAH. Kalau ALLAH belum memanggil, maka siapapun tidak akan mampu untuk menunaikan ibadah haji.

Kalau dilihat dari hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa haji yang merupakan rukun Islam ke-5, adalah ibadah yang dilkukan jika MAMPU melakukannya. Arti “mampu” itu ya dari diri kita sendiri yang memampukan. Kalau kita sudah punya niat maka berarti itu sudah mampu. Sudah punya uang itupun sudah mampu. Semoga kita dimampukan oleh ALLAH untuk melaksanakan ibadah haji.

Ada juga calon jemaah yang sudah mendaftar haji, tapi karena alasan tertentu tidak jadi berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan haji. Ternyata kasus seperti ini sangat banyak. Infonya, tidak kurang dari 150 orang yang melakukan pembatalan berangkat haji pada setiap harinya. Semoga niat para calon jemaah tersebut yang membatalkan keberangkatannya karena alasan tertentu, tetap mendapat pahala dari ALLAH SWT. Aamiin.

Lalu bagaimana jika ada saudara, kerabat, atau teman yang mereka sudah mendaftar lalu membatalkan pendaftaran haji nya? Dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor D/21/2016 tentang Pedoman Pembatalan Pendaftaran Jemaah Haji Reguler dan Pengembalian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji. Pembatalan pendaftaran jemaah haji dilakukan oleh jemaah haji di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dengan membawa persyaratan sebagai berikut:

  1. Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp6.000 dengan menyebutkan alasan pembatalan, yang ditujukan kepada Kepala Kankemenag Kab/Kota;
  2. Bukti asli setoran awal BPIH yang dikeluarkan oleh BPS BPIH;
  3. Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH ke rekening Menteri Agama;
  4. Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH);
  5. Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya; dan
  6. Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya.

Semoga postingan ini bisa bermanfaat buat calon jemaah haji yang ingin tahu cara pembatalan pendaftaran haji reguler. Tulisan ini dibuat sebagai bookmark terkait penyelenggaraan haji. Bagi Anda yang belum membaca tulisan yang lainnya, diantaranya berjudul Menikmati Keindahan Wisata Belitung. Anda bisa mengambil manfaatnya.

Filed under: AqidahfiqihHajiPengetahuan Umum

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!