Abdillahmt-DoaRabithahBerdo’a merupakan hubungan yang penting antara hamba dengan Allah SWT dan untuk menunjukkan kelemahan kita di hadapan Allah. Berdo’a juga merupakan bentuk kepatuhan kepada Allah.  Syekh Sayyid Tantawi menyebutkan tiga keutamaan do’a, yaitu: 1) doa berfungsi untuk menunjukkan keagungan Allah swt kepada hamba-hamba-Nya yang lemah; 2) doa mengajari kita agar merasa malu kepada Allah SWT ketika ALLAH mengabulkan doa-doanya, maka tidak pantas baginya untuk mengingkari nikmat-nikmatNya; dan 3)  mengalihkan hiruk-pikuk kehidupan dunia ke haribaan tafakur dan kekudusan munajat ke hadirat Allah swt, memutuskan syahwat duniawi yang fana menuju ketenangan hati dan ketentraman jiwa.

Berikut beberapa do’a yang dapat kita hapalkan dalam bermunajat kepada ALLAH SWT

Do’a mohon kehidupan bahagia:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ شَقِيًّا فَامْحُهُ وَ اكْتُبْنِيْ سَعِيْدًا

“Ya Allah, jika engkau telah menuliskan kepadaku kesedihan, maka hapuslah dan tulislah untuk ku kebahagiaan”

Do’a agar terhindar dari kemalasan dan hutang

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah… Sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-MU dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan sifat kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari terjebak oleh hutang-hutang dan didholimi oleh penguasa”

Do’a kemudahan dalam segala urusan

اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا فِيْ مَقَامِنَا هَذَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ  وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا ، فَيَسِّرْ أُمُوْرَنَا ، وَاشْرَحْ صُدُوْرَنَا ، وَنَوِّرْ قُلُوبَنَا ، وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا

“Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan kami di tempat yang mulia ini dosa, melainkan Engkau ampunkan. Janganlah Engkau biarkan kesedihan hati dikalangan kami melainkan Engkau menghilangkannya dan tidak ada sesuatu hajat yang diminta melainkan Engkau kurniakan dan mudahkanlah segala urusan kami dan lapangkanlah dada kami. Terangkanlah hati kami dan sudahilah amalan-amalan kami dengan kebaikan

Do’a Rabithah (Menjalin Ukhuwah)

اللَّهُمَّ اِنّكَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذِهِ القُلُوْبَ قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وتعاهدت على نُصْرَةِ شَرِيعَتِكَ فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا وَاَدِمْ وُدَّهَا وَاهْدِهَا سُبُلَهَا وَامْلَئْهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لَا يَخْبُوْ وَاشْرَحْ صُدُورَهَا بِفَيْضِ الاِيمَانِ بِكَ وَجَمِيلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ وَاَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِي سَبِيْلِكَ اِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

“Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah terpadu dalam membela syari’at-Mu. Kuatkanlah, Ya Allah, ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukkilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahaya-Mu yang tidak pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakkal kepada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan bermakrifat pada-Mu. Matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”

Filed under: fiqihMotivasiRenunganTarbiyah

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!