abdillahmt-ALLAH Tidak Adil… Benarkah?Alkisah, suatu hari Nabi Daud AS kedatangan seorang tamu, seorang Wanita yang nangis tersedu-sedu. Dengan emosi dan perasaan yang campur aduk, sang perempuan itu berkata: (bahasa jawanya): “Gusti Allah niku sakjane Adil nopo mboten?”. (Allah SWT itu sebenarnya adil atau tidak sih?). Apakah ALLAH Tidak Adil… Benarkah?

Nabi Daud: “Memangnya kenapa bu? Kok datang-datang, dengan penuh emosi dan perasaan berkata begitu?”

Perempuan: “Bagaimana aku tidak mempertanyakan, lha aku ini seorang janda, miskin, bahkan sangat miskin, mengasuh tigak anak, ketiga-tiganya perempuan, tidak bisa bekerja, kecuai hanya bisa menenun kain ala kadarnya, sudah berhari-hari aku menenun kain, setelah berhasil menyelesaikan kain tenun yang tidak seberapa, dengan penuh harapan kepada Allah, aku bawa kain tenun itu ke pasar, dengan maksud hendak menjual kain tenun itu, e e e, tiba-tiba datang burung dan langsung menyambar kain tenun saya, ia ambil kain tenun itu dan dibawanya kabur entah ke mana. Pertama saya marah kepada burung itu, tapi apa yang bisa saya perbuat terhadapnya?! Lalu aku pun terduduk lemas, menangisi dan meratapi nasib yang begitu berat. Sudah beberapa hari ini aku menangis. Sampai akhirnya aku teringat nabiyallah, nabi Daud AS, maka aku datang ke sini, hendak menumpahkan seluruh rasa dan perasaanku kepada nabiyallah, semoga rasa dan perasaan ku ini juga nabiyullah sampaikan kepada Allah SWT, itulah kisahku wahai nabi Allah, sebab aku tidak tahu lagi bagaimana aku harus menghidupi tiga putriku”.

Tiba-tiba Nabi Daud kedatangan rombongan pedagang. Semua ada 10 orang. Lalu dengan tergopoh-gopoh masing-masing pedagang menyerahkan menyerahkan 100 dinar. Mereka berkata: “Nabiyallah, uang ini adalah nadzar kami, sebab kami tidak tahu harus diberikan kepada siapa, maka kami serahkan semuanya kepada nabi Allah, dengan harapan, nabi Allah menyerahkannya kepada yang berhak menerimanya”.

Nabi Daud: “Memang apa yang terjadi, kok kalian bernadzar sedemikian besar?”.

Lalu mereka pun bercerita bahwa mereka sedang berada di tengah lautan, tiba-tiba datang badai yang mengombang ambingkan kapal mereka, membenturkannya ke sana sini, sehingga kapal itu bocor dan mereka sangat kuatir bahwa kapal mereka akan karam. Tiba-tiba datang seekor burung yang membawa segulung kain tenun dan menjatuhkannya kepada kami, maka dengan kain itu kami berhasil menambal kebocoran yang ada, dan tidak lama setelah itu badai reda, maka kami sepakat bernadzar akan memberikan uang masing-masing 100 dinar. Karena kami tidak tahu harus diserahkan kepada siapa, maka maka kami menyerahkannya kepada nabi Daud AS”.

Maka Nabi Daud AS berkata kepada perempuan itu: “Wahai hamba Allah, Allah SWT menghargai kain tenunmu dengan harga 1000 dinar, lalu kamu katakan Allah SWT tidak adil!! Ambil 1000 dinar ini, dan pergunakan untuk menafkahi anak-anak dan dirimu!”.

————————————————————————–

Saudaraku…

Allah SWT menurunkan cobaan kepada kita dengan ha-hal yang membawa kebaikan bagi kita, namun, sayangnya, kita tidak sadar bahwa itu adalah ujian keikhlasan buat kita bahkan sering menduganya itu adalah keburukan, bahkan dengan mengatakan “ALLAH tidak adil”.

Yakinlah bahwa ada banyak kebaikan menunggu kita di balik rencana ALLAH terhadap suatu bala’ atau musibah yang menimpa kita, asalkan kita bersabar…

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Ya Allah .. tumpahkan kepada kami kesabaran yang melimpah…

Filed under: AkhlaqAqidahKisahMotivasiTarbiyah

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!